Kamera pengintai

Selasa, 20 Januari 2015

CERPEN: LOVE DUST


Love Dust
Oleh: Ananda Debie Ikrar J.P.
            Seorang gadis tengah berjalan di koridor sekolah sambil mengamati sekitarnya. Ia tersenyum sambil terus memperhatikan setiap sudut sekolah. Ketika sampai di depan sebuah ruang kelas, langkahnya terhenti. Dari jendela kelas, gadis itu tengah memperhatikan seorang siswa laki-laki yang sedang duduk di bangkunya. Laki-laki itu sedang serius mencatat tulisan yang ada di papan tulis. Gadis yang memperhatikannya tadi lantas tersenyum. 
Saat bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas. Ketika laki-laki yang diperhatikan oleh gadis tadi keluar, gadis itu melihatnya sambil tersenyum. Namun laki-laki itu hanya menoleh sekilas dan berlalu pergi begitu saja. Perlahan Senyum gadis itu memudar. Sinar matanya yang tadi tampak berbinar, kini berganti dengan tatapan sedih.
Aku bahkan tak mengerti... 
Kenapa aku harus menjadi bayangan semu yang tak dapat menggapaimu 
Bahkan kepingan kenangan itu... 
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
Laki-laki itu hanya tersenyum ketika seorang gadis yang duduk di sampingnya mengoceh. Mereka sedang belajar bersama di taman sekolah.
"Menurutmu bagaimana? Bukankah puisi ini keren?" Tanya Na Young pada Kyuhyun.
"Mungkin," Kyuhyun menjawabnya dengan dingin.
"Hanya mungkin? Kau benar-benar menyebalkan." Na Young tampak kesal sambil menggembungkan kedua pipinya. Ia tak habis pikir, kenapa laki-laki ini terlihat begitu tak peduli dan dingin. Tapi meskipun seperti itu, Na Young tak pernah merasa keberatan dengan sikap dingin Kyuhyun. Ia mengerti, walaupun seperti itu, Kyuhyun sebenarnya adalah orang yang baik dan penyayang.
 Kyuhyun dan Na Young sudah berteman sejak berada di kelas 1 SMA. Waktu itu Kyuhyun masih murid baru dan tak banyak memiliki teman. Selain karena sikapnya yang dingin, ia juga sulit berinteraksi dengan murid-murid lain. Kyuhyun sendiri bisa berteman dengan Na Young karena mereka menjadi teman sebangku. Selain itu, karena memang sifat Na Young yang ramah dan mudah bergaul, membuat Kyuhyun akhirnya perlahan bisa menerima Na Young sebagai teman dekatnya.
Ketika hari dimana hatiku terpaut olehmu 
Aku bahkan tak bisa menyangkal maupun mengelak 
S
eperti orang bodoh yang tak bisa apa-apa
Kyuhyun memperhatikan Na Young dari bangku belakang. Gadis itu tengah bercanda sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya. Sepertinya ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan pada Na Young hari itu. Saat pulang sekolah, Na Young berlari menghampiri Kyuhyun yang sedang berjalan sendirian. Ia mendorong pundak Kyuhyun sambil menepuknya lumayan keras.
"Kyuhyun." Kyuhyun sedikit terkejut dan menoleh ke arah Na young. Setelah itu mereka berjalan bersama.
"Hari ini kau ada acara?" tanya Kyuhyun yang berjalan di samping Na Young.
"Iya, hari ini aku ada acara." Kyuhyun hanya terdiam. Ia tak berniat bertanya lagi pada Na Young. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesal, padahal hari ini ia berniat menyatakan perasaannya pada Na young. Tapi justru Na Young tengah ada acara lain.
"Oh, oppa." Na Young berteriak sambil melambaikan tangannya pada seseorang di seberang sana. Hal itu membuat Kyuhyun menoleh mengikuti arah pandang Na young. 
Kyuhyun melihat seorang laki-laki yang juga mengenakan seragam sekolah melambaikan tangannya ke arah Na Young. Dilihat dari seragamnya, dia adalah murid sekolah lain.
"Kyuhyun, aku pergi dulu. Sampai jumpa." Ucap Na Young sambil menepuk pundak Kyuhyun. Ia segera berlari menghampiri laki-laki tadi. Mereka tampak berbincang dengan gembira. Setelah beberapa saat, Na young bersama laki-laki itu pergi mengendarai motor. Kyuhyun hanya bisa menatap kepergian Na Young. Entahlah, ia merasakan perasaan aneh karena ini. Tatapannya terlihat seperti tatapan cemburu.
Sore itu, Kyuhyun pergi ke toko buku. Ia tampak bingung memilih buku yang akan dibelinya. Saat sedang memilih, ia melihat Na Young sedang bersama laki-laki yang tadi siang menjemputnya. Mereka tengah membaca buku bersama sambil sesekali bercanda. Na Young terlihat sangat senang begitupun laki-laki itu. Kyuhyun melihatnya dengan kesal. Suasana hatinya tiba-tiba berubah menjadi buruk. Karena sangking kesalnya, Kyuhyun tak peduli lagi jika ia sekarang bertindak kekanakan. Ia menghampiri Na Young. Ketika berdiri di dekat Na Young, gadis itu menoleh karena merasa ada seseorang yang berdiri di sampingnya.
"Kau menyebalkan." Hanya dua kata itu yang Kyuhyun ucapkan pada Na Young. Namun, sudah sedikit meredakan rasa kesalnya. Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun pergi meninggalkan Na young. 
Kau mungkin tak tahu apa yang aku rasakan 
Aku pun juga tak tahu apa yang kau rasakan 
T
api seulas senyum dan nada-nada suaramu 
Sudah c
ukup mewakili semuanya 
Hati
ku perasaanmu dan hatimu perasaanku 
Kita s
aling mengerti 
            Kyuhyun sedang bermain basket bersama teman-temannya. Banyak para siswi yang melihat dan meneriakinya. Mereka tampak semangat sambil bertepuk tangan. Na Young yang melihat permainan basket Kyuhyun, hanya tersenyum sambil sesekali bertepuk tangan pelan. 
Setelah bermain basket, Kyuhyun berjalan menuju kelasnya. Banyak para siswi yang memperhatikannya sambil berbisik.
"Lihat, dia begitu keren." Ucap salah seorang siswi yang tengah memperhatikannya.
"Iya, dia memang keren."  Ucap siswi lainnya. Na young yang juga berada di antara para siswi itu hanya bisa melihat Kyuhyun. Ketika Kyuhyun berjalan melewati Na Young, ia hanya diam sambil melihat lurus ke depan dengan tatapan dinginnya. 
Semua waktu yang terlewat terasa begitu cepat 
Hanya ada s
ebuah serpihan rasa yang terhanyut ke dalam ingatanku 
Kita b
erjalan bersama dalam kenangan itu 
Kenangan antara ilusi
dan perasaan yang tersamarkan
            Kyuhyun tengah berbaring di sebuah taman, ia memejamkan mata dan menikmati hembusan angin sore kala itu. Na Young memperhatikannnya dari jauh. Gadis itu menghampiri Kyuhyun dengan ragu-ragu. Saat sudah sampai di dekat Kyuhyun, Na young masih belum berani duduk di samping Kyuhyun. Ia hanya memperhatikan wajah Kyuhyun yang masih memejamkan mata.
Dengan takut-takut, Na young duduk di samping Kyuhyun yang tengah terbaring itu. Na Young melihat kyuhyun lagi, kini keraguannya hilang dan berganti senyum manis di wajahnya. Tapi tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya, tanpa mempedulikan Na Young sama sekali, Kyuhyun beranjak pergi. Na Young hanya bisa melihat Kyuhyun dengan sedih. Ia tertunduk lesu.
Aku hanya bisa diam ketika hatimu membeku 
Hanya seberkas sinar harapan y
ang akan mencairkannya 
Aku merindukanmu 
Bahkan kepingan kenangan itu... 
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
            Kyuhyun berjalan sambil membawa bunga. Ketika sampai di sebuah pemakaman, Ia segera menuju salah satu makam dan meletakkan bunga yang dibawanya tadi di atas makam tersebut.
Flashback…
            Kau menyebalkan," Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun pergi meninggalkan Na young.
"Kyu, kau kenapa?" Na Young tampak bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah. Laki-laki yang tadi bersama Na Young yang tak lain adalah kakak sepupunya juga ikut bingung. Na Young segera berlari mengikuti Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Kyuhyun, tunggu." Kyuhyun terus berjalan pergi tanpa sedikitpun mempedulikan suara Na Young yang memanggilnya.
Ketika sampai di penyeberangan, Na young masih saja mengikuti langkah Kyuhyun yang begitu cepat. Ia bahkan tak sadar jika ada sebuah mobil yang melaju kencang menuju arahnya. Ketika Na Young menoleh, ia sudah terlambat untuk menghindar. BRAAKK!! Suara tabrakan membuat langkah Kyuhyun berhenti. Perlahan Kyuhyun menoleh ke belakang. Ia melihat Na young tergeletak di tengah jalan dengan berlumuran darah. Orang-orang yang berada di sekitar langsung berlari untuk menolong Na young. Ekspresi wajah Kyuhyun tampak begitu syok sampai-sampai ia hanya terdiam tak tahu harus berbuat apa.
"Maaf." Ucap Kyuhyun lirih. Ia berdiri sambil terus mengamati makam Na Young. Perlahan air matanya mengalir.
"Aku merindukanmu, Kim Na Young." 
Seorang gadis tengah memperhatikan kyuhyun dari balik pohon yang tak jauh dari makam. Itu Na Young atau bisa dibilang arwah Na young. Gadis itu tampak memperhatikan Kyuhyun dengan sedih.
 Setelah liku ini berakhir 
Aku b
erharap kau akan kembali bersinar 
Hari itu m
ungkin telah berlalu 
T
api perasaan itu tak mungkin begitu saja hilang oleh waktu
Kyuhyun tak sengaja menabrak seorang siswi dan membuat buku yang dipegangnya terjatuh.
"Maaf." Kyuhyun mengambil buku yang terjatuh tadi dan memberikannya pada siswi itu.
"Terima kasih." Ucap siswi tersebut. Kyuhyun memperhatikan gadis yang ditabraknya tadi. Na Young yang berdiri di belakang Kyuhyun hanya tersenyum melihat hal itu. Kemudian tubuh Na Young menghilang secara perlahan diikuti senyum damainya.
Ketika kebahagiaan baru telah terjalin 
Aku ak
an tetap bertahan untukmu 
B
ertahan dalam mimpimu, hatimu bahkan ingatanmu 

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar