Love
Dust
Oleh: Ananda Debie Ikrar J.P.
Seorang
gadis tengah berjalan di koridor sekolah sambil mengamati sekitarnya. Ia tersenyum sambil terus memperhatikan setiap
sudut sekolah.
Ketika sampai di depan sebuah ruang kelas, langkahnya terhenti. Dari jendela kelas, gadis itu tengah memperhatikan seorang siswa
laki-laki yang sedang duduk di bangkunya. Laki-laki itu sedang serius mencatat
tulisan yang ada di papan tulis. Gadis yang memperhatikannya tadi lantas tersenyum.
Saat bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas. Ketika laki-laki yang diperhatikan oleh gadis tadi keluar, gadis itu melihatnya sambil tersenyum. Namun laki-laki itu hanya menoleh sekilas dan berlalu pergi begitu saja. Perlahan Senyum gadis itu memudar. Sinar matanya yang tadi tampak berbinar, kini berganti
dengan tatapan sedih.
Aku bahkan tak mengerti...
Kenapa aku harus menjadi bayangan semu yang tak dapat menggapaimu
Bahkan kepingan kenangan itu...
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
Kenapa aku harus menjadi bayangan semu yang tak dapat menggapaimu
Bahkan kepingan kenangan itu...
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
Laki-laki itu hanya tersenyum ketika seorang
gadis yang duduk di sampingnya mengoceh. Mereka sedang belajar bersama di taman sekolah.
"Menurutmu bagaimana? Bukankah puisi ini
keren?" Tanya Na Young pada Kyuhyun.
"Mungkin," Kyuhyun menjawabnya dengan dingin.
"Hanya mungkin? Kau benar-benar menyebalkan." Na Young tampak kesal sambil menggembungkan
kedua pipinya.
Ia tak habis pikir, kenapa laki-laki ini terlihat begitu tak peduli dan dingin. Tapi meskipun
seperti itu,
Na Young tak pernah merasa keberatan dengan sikap
dingin Kyuhyun. Ia mengerti, walaupun seperti itu, Kyuhyun
sebenarnya adalah orang yang baik dan penyayang.
Kyuhyun dan Na Young sudah berteman sejak berada di kelas 1 SMA. Waktu itu Kyuhyun masih murid baru dan tak banyak
memiliki teman. Selain karena
sikapnya yang dingin, ia juga sulit berinteraksi dengan murid-murid
lain. Kyuhyun sendiri bisa berteman dengan Na Young karena
mereka menjadi teman sebangku. Selain
itu, karena memang sifat Na Young yang ramah dan mudah
bergaul, membuat Kyuhyun akhirnya perlahan bisa menerima
Na Young sebagai teman dekatnya.
Ketika hari dimana hatiku terpaut olehmu
Aku bahkan tak bisa menyangkal maupun mengelak
Seperti orang bodoh yang tak bisa apa-apa
Aku bahkan tak bisa menyangkal maupun mengelak
Seperti orang bodoh yang tak bisa apa-apa
Kyuhyun memperhatikan Na Young dari bangku belakang. Gadis itu tengah bercanda sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya. Sepertinya ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan pada Na Young hari itu. Saat pulang sekolah, Na Young berlari
menghampiri Kyuhyun yang sedang berjalan sendirian. Ia mendorong pundak Kyuhyun sambil menepuknya lumayan keras.
"Kyuhyun." Kyuhyun sedikit terkejut dan menoleh ke arah Na young. Setelah itu mereka berjalan bersama.
"Hari ini kau ada acara?" tanya Kyuhyun
yang berjalan di samping
Na Young.
"Iya, hari ini aku ada acara." Kyuhyun hanya terdiam. Ia tak berniat bertanya lagi pada Na Young. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesal, padahal hari ini ia berniat
menyatakan perasaannya pada Na young. Tapi justru Na Young tengah ada acara lain.
"Oh, oppa." Na Young berteriak sambil melambaikan tangannya pada seseorang di seberang sana. Hal itu membuat Kyuhyun menoleh mengikuti arah pandang Na young.
Kyuhyun melihat seorang laki-laki yang juga mengenakan seragam sekolah melambaikan tangannya ke arah Na Young. Dilihat dari seragamnya, dia adalah murid sekolah lain.
"Kyuhyun, aku pergi dulu. Sampai
jumpa." Ucap Na Young sambil menepuk pundak Kyuhyun. Ia
segera berlari menghampiri laki-laki tadi. Mereka tampak berbincang dengan gembira. Setelah beberapa saat, Na young bersama laki-laki itu pergi mengendarai motor. Kyuhyun hanya bisa menatap kepergian Na Young. Entahlah, ia merasakan perasaan aneh karena ini. Tatapannya terlihat seperti tatapan cemburu.
Sore itu, Kyuhyun pergi ke
toko buku. Ia tampak bingung memilih buku yang akan dibelinya. Saat
sedang memilih, ia melihat Na Young sedang bersama laki-laki yang tadi siang menjemputnya. Mereka tengah membaca buku bersama sambil sesekali bercanda. Na Young terlihat sangat senang begitupun laki-laki itu. Kyuhyun melihatnya
dengan kesal.
Suasana hatinya tiba-tiba berubah menjadi buruk. Karena sangking
kesalnya, Kyuhyun tak peduli lagi jika ia sekarang bertindak kekanakan. Ia menghampiri Na Young. Ketika
berdiri di dekat Na Young, gadis itu menoleh karena merasa ada seseorang yang berdiri di sampingnya.
"Kau menyebalkan." Hanya dua kata itu yang Kyuhyun ucapkan pada Na Young. Namun, sudah sedikit meredakan rasa kesalnya. Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun
pergi meninggalkan Na young.
Kau mungkin tak tahu apa yang aku rasakan
Aku pun juga tak tahu apa yang kau rasakan
Tapi seulas senyum dan nada-nada suaramu
Sudah cukup mewakili semuanya
Hatiku perasaanmu dan hatimu perasaanku
Kita saling mengerti
Aku pun juga tak tahu apa yang kau rasakan
Tapi seulas senyum dan nada-nada suaramu
Sudah cukup mewakili semuanya
Hatiku perasaanmu dan hatimu perasaanku
Kita saling mengerti
Kyuhyun sedang bermain basket bersama teman-temannya. Banyak para siswi
yang melihat dan meneriakinya. Mereka tampak semangat sambil bertepuk tangan. Na
Young yang melihat permainan basket Kyuhyun, hanya tersenyum sambil sesekali bertepuk
tangan pelan.
Setelah bermain basket, Kyuhyun berjalan menuju kelasnya. Banyak para siswi yang memperhatikannya sambil berbisik.
Setelah bermain basket, Kyuhyun berjalan menuju kelasnya. Banyak para siswi yang memperhatikannya sambil berbisik.
"Lihat, dia begitu keren." Ucap salah seorang siswi yang tengah memperhatikannya.
"Iya, dia memang keren." Ucap siswi lainnya. Na
young yang juga berada di antara para siswi itu hanya bisa melihat Kyuhyun. Ketika
Kyuhyun berjalan melewati Na Young, ia hanya diam sambil melihat lurus ke depan
dengan tatapan dinginnya.
Semua waktu yang terlewat terasa begitu
cepat
Hanya ada sebuah serpihan rasa yang terhanyut ke dalam ingatanku
Kita berjalan bersama dalam kenangan itu
Kenangan antara ilusi dan perasaan yang tersamarkan
Hanya ada sebuah serpihan rasa yang terhanyut ke dalam ingatanku
Kita berjalan bersama dalam kenangan itu
Kenangan antara ilusi dan perasaan yang tersamarkan
Kyuhyun tengah berbaring di sebuah taman, ia
memejamkan mata dan menikmati hembusan angin sore kala itu. Na Young memperhatikannnya dari jauh. Gadis itu menghampiri
Kyuhyun dengan ragu-ragu. Saat sudah sampai di dekat Kyuhyun, Na young masih belum
berani duduk di samping Kyuhyun. Ia
hanya memperhatikan wajah Kyuhyun yang masih memejamkan mata.
Dengan takut-takut, Na
young duduk di samping Kyuhyun yang tengah terbaring itu. Na Young melihat kyuhyun lagi, kini
keraguannya hilang dan berganti senyum manis di wajahnya. Tapi tiba-tiba Kyuhyun membuka
matanya, tanpa mempedulikan Na Young sama sekali, Kyuhyun beranjak
pergi. Na Young hanya bisa melihat Kyuhyun dengan sedih. Ia tertunduk lesu.
Aku hanya bisa diam ketika hatimu membeku
Hanya seberkas sinar harapan yang akan mencairkannya
Aku merindukanmu
Bahkan kepingan kenangan itu...
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
Hanya seberkas sinar harapan yang akan mencairkannya
Aku merindukanmu
Bahkan kepingan kenangan itu...
Masih tersembunyi di balik tatapan dinginmu
Kyuhyun
berjalan sambil membawa
bunga. Ketika sampai di sebuah pemakaman, Ia segera
menuju salah satu makam dan meletakkan bunga yang dibawanya tadi di atas makam tersebut.
Flashback…
“Kau menyebalkan," Setelah
mengatakan hal itu, Kyuhyun pergi meninggalkan Na young.
"Kyu, kau kenapa?" Na Young tampak bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah. Laki-laki yang tadi bersama Na Young yang tak lain adalah kakak sepupunya juga ikut bingung. Na Young segera berlari mengikuti Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Kyuhyun, tunggu." Kyuhyun terus berjalan pergi tanpa sedikitpun mempedulikan suara Na Young yang memanggilnya.
Ketika sampai di penyeberangan,
Na young masih saja mengikuti langkah Kyuhyun yang begitu cepat. Ia bahkan tak sadar jika ada sebuah mobil yang melaju kencang menuju arahnya. Ketika Na Young menoleh, ia sudah terlambat untuk menghindar. BRAAKK!! Suara
tabrakan membuat langkah Kyuhyun berhenti. Perlahan Kyuhyun menoleh ke belakang. Ia melihat Na young tergeletak di tengah
jalan dengan berlumuran darah. Orang-orang yang berada di sekitar langsung berlari untuk menolong Na young. Ekspresi wajah Kyuhyun tampak begitu syok sampai-sampai ia hanya terdiam tak tahu harus berbuat apa.
"Maaf." Ucap Kyuhyun lirih. Ia berdiri sambil terus mengamati makam Na Young. Perlahan
air matanya mengalir.
"Aku merindukanmu, Kim Na Young."
Seorang gadis tengah memperhatikan kyuhyun dari balik pohon yang tak jauh dari makam. Itu Na Young atau bisa dibilang arwah Na
young. Gadis itu tampak memperhatikan Kyuhyun dengan sedih.
Setelah liku ini berakhir
Aku berharap kau akan kembali bersinar
Hari itu mungkin telah berlalu
Tapi perasaan itu tak mungkin begitu saja hilang oleh waktu
Aku berharap kau akan kembali bersinar
Hari itu mungkin telah berlalu
Tapi perasaan itu tak mungkin begitu saja hilang oleh waktu
Kyuhyun tak sengaja menabrak seorang siswi dan membuat buku yang
dipegangnya terjatuh.
"Maaf." Kyuhyun
mengambil buku yang terjatuh tadi dan memberikannya pada siswi itu.
"Terima kasih." Ucap siswi tersebut. Kyuhyun memperhatikan
gadis yang ditabraknya tadi. Na Young yang berdiri di belakang Kyuhyun hanya tersenyum melihat hal itu. Kemudian tubuh Na Young menghilang
secara perlahan diikuti senyum damainya.
Ketika kebahagiaan
baru telah terjalin
Aku akan tetap bertahan untukmu
Bertahan dalam mimpimu, hatimu bahkan ingatanmu
Aku akan tetap bertahan untukmu
Bertahan dalam mimpimu, hatimu bahkan ingatanmu
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar